Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat LPPM UPNYK 2026: Kampus Berdampak Berjiwa Bela Negara
YOGYAKARTA – Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ilmu pengetahuan dan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi UPN “Veteran” Yogyakarta, kontribusi tersebut merupakan bagian dari implementasi nilai Bela Negara, yang menjadi identitas dan karakter institusi. Semangat ini diwujudkan melalui penguatan penelitian, hilirisasi inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk nyata Kampus Berdampak.
Komitmen tersebut menjadi fokus utama dalam Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat dan Call for Paper UPN “Veteran” Yogyakarta 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPN “Veteran” Yogyakarta di Hotel Grand Rohan Yogyakarta, Rabu (4/11/2026).
Mengusung tema “Kampus Berdampak untuk Pembangunan Berkelanjutan: Integrasi Riset, Inovasi, dan Bela Negara dalam Pengabdian Masyarakat”, kegiatan ini menegaskan bahwa semangat Bela Negara di lingkungan perguruan tinggi diwujudkan melalui pengembangan ilmu pengetahuan yang berpihak pada kebutuhan masyarakat. Penelitian tidak cukup hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi perlu dilanjutkan dengan penerapan teknologi tepat guna, pengembangan inovasi, dan pendampingan agar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Rektor UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Ir. Ridho Kresna Wattimena, M.T., Ph.D., dalam sambutannya menekankan pentingnya perguruan tinggi menjadi bagian langsung dari solusi atas berbagai persoalan di masyarakat. Menurutnya, keberhasilan perguruan tinggi tidak hanya diukur dari capaian akademik atau tingginya indeks publikasi semata, melainkan dari sejauh mana riset tersebut dapat diterapkan dan menjawab kebutuhan nyata.
"Indeks publikasi yang tinggi belum tentu memberikan dampak langsung bagi masyarakat jika tidak diterapkan. Penelitian harus hadir memberikan solusi nyata, meningkatkan kesejahteraan, memperkuat kemandirian ekonomi, serta mendukung pembangunan berkelanjutan. Bagi UPN Veteran Yogyakarta, ini adalah wujud nyata dari nilai Bela Negara," tegas Rektor UPN "Veteran" Yogyakarta.
Dalam konteks tersebut, Kampus Berdampak menjadi wujud aktualisasi nilai Bela Negara. Pengetahuan, keahlian, dan inovasi civitas akademika diarahkan untuk memperkuat ketahanan masyarakat, meningkatkan kemandirian ekonomi, mendukung ketahanan pangan, serta menjaga kelestarian lingkungan.
Hilirisasi Hasil Penelitian: Dari Laboratorium ke Masyarakat
Salah satu contoh konkret penerapan hasil riset yang diangkat dalam seminar ini adalah pengembangan alat pencuci kedelai untuk UKM Tempe Murni Felita. Inovasi teknologi tepat guna tersebut dikembangkan untuk membantu proses produksi tempe yang sebelumnya masih mengandalkan pencucian secara manual yang memakan waktu dan tenaga cukup besar.
Melalui penerapan teknologi tepat guna yang disertai pelatihan dan pendampingan, proses produksi menjadi lebih efektif, praktis, dan dapat meningkatkan kapasitas serta kualitas produk UMKM.
Contoh lain ditunjukkan melalui hilirisasi komoditas lokal seperti pengembangan potensi kopi di Samigaluh, Kulon Progo, serta integrasi teknologi digital (seperti aplikasi Aero Pro) untuk membantu efisiensi dan akses pasar para petani lokal. Hal ini membuktikan bahwa hilirisasi penelitian tidak hanya berkaitan dengan pengembangan alat fisik, tetapi juga mencakup penguatan rantai nilai, pendampingan bisnis, dan perluasan akses pasar.
Sinergi Perguruan Tinggi dan Masyarakat untuk Pemberdayaan Berkelanjutan
Dimensi pemberdayaan masyarakat juga disoroti oleh GKBRAA Paku Alam, Wakil Ketua TP PKK Daerah Istimewa Yogyakarta, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan TP PKK dalam membangun keluarga yang berdaya, mandiri, dan berkarakter Bela Negara. Kolaborasi ini dapat diintegrasikan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa hingga ke tingkat kalurahan.
Hal senada disampaikan oleh Dr. Arie Sujito, S.Sos., M.Si. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian kepada Masyarakat, dan Alumni UGM) serta Agustinus Sulistyo, S.T. (CEO Kopi Trajumas) yang membagikan pengalaman pentingnya menghubungkan hasil riset perguruan tinggi dengan kebutuhan riil pasar dan pelaku usaha lokal.
Sinergi multi-pihak ini memperlihatkan bahwa pengabdian kepada masyarakat memerlukan keterlibatan akademisi, pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat itu sendiri. Bagi mahasiswa, keterlibatan aktif dalam pengabdian masyarakat menjadi ruang pembelajaran untuk menumbuhkan kepedulian sosial, tanggung jawab, dan jiwa Bela Negara.
Bela Negara sebagai Landasan Kampus Berdampak
Melalui Seminar Nasional dan Call for Paper ini, LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta juga memfasilitasi diseminasi karya ilmiah akademisi dari berbagai daerah. Artikel-artikel terpilih diarahkan untuk dipublikasikan pada Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Dharma (Sinta 4) serta Prosiding Seminar Nasional LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta ber-ISSN.
LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta berharap kegiatan ini terus mendorong lebih banyak riset yang dapat dihilirisasikan dan dimanfaatkan secara nyata. Dengan semangat Kampus Berdampak yang berlandaskan Jiwa Bela Negara, UPN “Veteran” Yogyakarta berkomitmen agar inovasi ilmu pengetahuan tidak berhenti di ruang akademik, melainkan hadir sebagai solusi konkrit bagi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat luas.