LPPM UPNYK Gelar Workshop Strategi Penyusunan Proposal Hibah Penelitian Eksternal, Dorong Dosen Raih Pendanaan Kompetitif
Yogyakarta, 16 Oktober 2026 — LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Strategi Penyusunan Proposal Hibah Penelitian Eksternal pada Jumat (16/10/2026). Kegiatan ini menghadirkan Ir. Setyo Budi Kurniawan, Ph.D., peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), sebagai narasumber.
Workshop ini bertujuan memperkuat kapasitas dosen dan peneliti UPN “Veteran” Yogyakarta dalam menyusun proposal penelitian yang kompetitif, memahami peluang pendanaan eksternal, serta meningkatkan kualitas dan daya saing penelitian. Kegiatan dipandu oleh moderator Dr. Sri Dwi Ari Ambarwati, M.Si., dan diikuti oleh dosen serta peneliti di lingkungan UPN “Veteran” Yogyakarta.
Dalam sambutannya, Kepala LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta, Prof. Dr. Dyah Sugandini, S.E., M.Si., menekankan pentingnya meningkatkan partisipasi dosen dalam memperoleh pendanaan penelitian dari luar universitas. Menurutnya, peluang hibah eksternal perlu dimanfaatkan secara optimal seiring dengan kebutuhan penguatan pendanaan penelitian.
Ia menyampaikan bahwa peluang pendanaan tersedia melalui berbagai program, antara lain BRIN, LPDP, serta program Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan. Melalui workshop ini, LPPM berharap dosen memperoleh wawasan dan strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan peluang proposal memperoleh pendanaan.
Dalam pemaparannya, Setyo Budi Kurniawan menjelaskan bahwa sumber pendanaan penelitian tidak terbatas pada satu program atau lembaga. Peneliti dapat menjajaki berbagai skema, mulai dari program penelitian BIMA, pendanaan RIIM yang melibatkan BRIN dan LPDP, program kementerian atau lembaga, hingga hibah dari organisasi nonpemerintah dan lembaga internasional.
Keberagaman sumber pendanaan tersebut membuka kesempatan bagi dosen untuk mengembangkan penelitian sesuai dengan bidang kepakaran, rekam jejak, serta kebutuhan riset yang ingin dijawab.
Narasumber juga membagikan pengalaman memperoleh pendanaan penelitian dari sejumlah program nasional dan internasional. Pengalaman tersebut menjadi bahan pembelajaran mengenai pentingnya memahami karakteristik setiap skema, mencermati persyaratan pengusul, serta menyesuaikan rancangan penelitian dengan tujuan dan kriteria program pendanaan yang dituju.
Menurutnya, peneliti perlu aktif mencari informasi hibah, mempelajari panduan terbaru, dan menyiapkan gagasan penelitian sejak awal agar dapat merespons peluang pendanaan yang tersedia.
Salah satu bagian utama workshop membahas strategi penulisan proposal penelitian. Narasumber menguraikan sejumlah aspek yang perlu diperhatikan agar gagasan penelitian dapat disampaikan secara kuat, sistematis, dan sesuai dengan kriteria penilaian pemberi hibah.
Pertama, menyelaraskan penelitian dengan prioritas pendanaan. Untuk hibah nasional, peneliti perlu menunjukkan relevansi dan urgensi penelitian serta menghubungkannya dengan prioritas riset dan arah kebijakan pembangunan, termasuk Asta Cita. Keterkaitan tersebut harus dijelaskan melalui kontribusi nyata penelitian, bukan sekadar mencantumkan tema prioritas dalam proposal.
Kedua, menyusun state of the art dan research gap. Peneliti perlu memetakan perkembangan penelitian terdahulu, menjelaskan posisi riset yang diusulkan, serta mengidentifikasi persoalan atau kesenjangan pengetahuan yang belum terjawab. Pemetaan ini membantu memperjelas kebaruan (novelty) dan kontribusi penelitian.
Ketiga, menyajikan kebaruan penelitian secara visual dan terstruktur. Narasumber menekankan bahwa posisi penelitian dapat ditampilkan melalui diagram, linimasa, atau ilustrasi yang memperlihatkan perkembangan riset sebelumnya, permasalahan yang belum terselesaikan, dan kontribusi yang ditawarkan. Penyajian visual yang jelas membantu reviewer memahami gagasan utama proposal secara lebih cepat.
Keempat, memperhatikan kelayakan tim dan rekam jejak peneliti. Komposisi tim harus sesuai dengan kebutuhan dan tujuan penelitian. Rekam jejak publikasi, relevansi kepakaran, kolaborasi, serta kesesuaian kompetensi anggota dengan tugas penelitian perlu diperhatikan. Peneliti juga harus memastikan persyaratan administratif dan kelayakan pengusul sesuai dengan ketentuan skema yang dituju.
Kelima, memastikan kesesuaian luaran dan tingkat kesiapan teknologi. Target luaran harus realistis, terukur, dan sesuai dengan karakteristik penelitian. Penelitian dasar, terapan, dan pengembangan memiliki orientasi luaran serta tingkat kesiapan teknologi yang berbeda. Oleh karena itu, peneliti perlu menyelaraskan tujuan, metode, tahapan kerja, dan target luaran dengan skema pendanaan.
Strategi berikutnya mencakup penyusunan anggaran yang sesuai dengan ketentuan pemberi hibah, pemenuhan persyaratan pengusul dan kolaborasi, pemahaman terhadap kriteria penilaian, serta perencanaan luaran dan tahapan penelitian secara cermat. Seluruh aspek tersebut perlu diperiksa kembali dengan mengacu pada panduan resmi masing-masing program karena persyaratan dan ketentuan pendanaan dapat berubah.
Selain strategi penulisan, workshop menyoroti pentingnya inovasi dan dampak sebagai bagian dari arah pengembangan penelitian. Proposal yang kuat tidak hanya menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, tetapi juga menunjukkan permasalahan yang ingin diselesaikan, kontribusi ilmiah yang ditawarkan, dan manfaat yang diharapkan.
Dalam pemaparan mengenai program pendanaan penelitian, narasumber menekankan orientasi riset yang mampu menjawab persoalan dan mendorong transformasi sosial-ekologis, sekaligus membuka peluang hilirisasi inovasi.
Keterkaitan antara penelitian dan kebutuhan nyata perlu diperlihatkan sejak perumusan masalah hingga penetapan luaran. Peneliti perlu menjelaskan bagaimana hasil penelitian berpotensi dikembangkan, dimanfaatkan, atau ditindaklanjuti oleh pihak yang relevan, baik masyarakat, industri, pemerintah, maupun pemangku kepentingan lainnya.
Dengan pendekatan tersebut, penelitian diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan penyelesaian permasalahan pembangunan.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta memperoleh kesempatan untuk mendalami strategi penyusunan proposal serta memahami berbagai peluang pendanaan penelitian eksternal. Kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan memperluas wawasan mengenai upaya meningkatkan daya saing proposal di tengah kompetisi pendanaan yang semakin menuntut kualitas substansi dan relevansi penelitian.
LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta berharap kegiatan ini dapat ditindaklanjuti melalui penyusunan dan pengajuan proposal yang lebih matang, peningkatan kolaborasi penelitian, serta pemanfaatan peluang hibah nasional maupun internasional secara berkelanjutan.
Workshop ini menegaskan komitmen LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta untuk terus mendukung penguatan kapasitas dosen dan peneliti dalam menghasilkan riset yang unggul, inovatif, dan berdampak. Dengan perencanaan yang tepat serta pemahaman terhadap strategi pendanaan, penelitian diharapkan semakin berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan pembangunan berkelanjutan, sejalan dengan nilai-nilai Bela Negara yang menjadi identitas universitas.
LPPM UPN “Veteran” Yogyakarta — Menguatkan Riset, Mendorong Inovasi, Menghadirkan Dampak.